welcome to my visitors :D salam kenal yah :)

hey visitors!

welCome to my bloG""
don't forget,,join this site okayy!
thank you!

Sabtu, 02 Februari 2013

cerpen (cerita pendek)

“Derita, Tantangan hidupku!”
(oleh: Yutry Rahmi X.SP)
Pagi yang biru , terdengar suara dedaunan pohon yang jatuh ke genting. Hembusan angin yang menembus selimutku, kicauan burung yang merdu sampai ke telingaku, dan udara segar turut membangunkanku. Kini ku terbangun dari lelap tidur nyenyakku, dan ketika aku membuka jendela kaca,  sang surya pun langsung menyinari ruangan ini . Sungguh anggunnya suasana pagi yang merubah segalanya menjadi lebih indah, ku berharap hari ini aku menemukan sesuatu yang baru dalam hidupku. Hidup yang baru dan tak terikat dengan masa lalu . 
Aku pun beranjak dari kamar yang penuh boneka itu, dan memulai semuanya dari awal bahkan dari sebuah lamunan yang tiba-tiba menemuiku. Aku berdiri di depan kaca yang berhias lampu- lampu cerah, dan melihat tetesan air mata di wajah, Tiba-tiba kejadian masa lalu muncul di pikiranku, aku teringat kejadian yang sangat dulu, yah, tentang ibuku. Aku teringat wajahnya, teringat semua hal tentangnya, dalam hatiku berkata, aku sayang ibu, aku rindu pelukan mu, sejak kau meninggalkan ku, hatiku merasa pilu. Air mata ini tak bisa menipu, karena hanya dirimu yang bisa menenangkan hatiku. Dan tak lama setelah itu, Jiwaku makin tersiksa. Ayah pun pergi entah kemana, kini aku hidup sebatang kara. Entah apa yang ku pikirkan saat itu. Pikiranku semuanya kacau. Tak terduga aku bisa mendapatkan takdir seperti ini. Dulu aku adalah sosok seorang anak yang sangat manja, pemalas, menyusahkan orang tua, tapi sekarang aku telah berubah, sekarang aku sudah tumbuh dewasa, kerja keras dan semangatku tumbuh setelah aku mendapatkan inspirasi dari seseorang. Yah, seseorang yang sangat spesial dalam hidupku, anak  lelaki yang terlihat biasa-biasa saja, tapi menurutku sangat istimewa. Benny namanya. Ia punya adik yang lucu. Semasa kecil aku hanya bergantung kepada orang tua. Tapi sekarang tidak . Kejadian yang aneh, tapi nyata membuat segalanya berubah. Semenjak aku bertemu dengannya , aku merasa tenang bila didekatnya. Tapi buruknya, sekarang aku kehilangan jejaknya. Entah mengapa dulu aku bodoh lebih mementingkan urusanku dibandingkan menghabiskan waktuku bersamanya. Kini aku menyesali semuanya, dan aku tak tahu mengapa penyesalan itu selalu datang di akhir.
Dulu, saat aku masih masa-masa SMP, aku mulai bekerja mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari dengan menjadi pengamen jalanan. Tapi aku tidak sendirian aku ditemani oleh sahabat-sahabatku. Mereka sangat berharga bagiku, mereka membuatku menjadi anak yang berani, mandiri, bahkan mereka yang memberi semangat dan motivasi yang tinggi kepadaku, Benny salah satunya. Sejak dari itu aku mengenali sosok seorang Benny. Setiap harinya kami biasa menghibur orang- orang banyak di jalanan. Tak sepi orang-orang menonton pertunjukan kami . Hampir di setiap sudut kota kami jelajahi. Setiap kami mengamen orang- orang semua terlihat senang dan terhibur . Kami sudah yakin kami berhasil menjadi seorang pengamen jalanan yang sukses . Penyebab hal itu adalah kekompakan yang ada pada tim kami, dan tidak ada pada tim yang lain . Di profil pengamen si Benny menjadi pemain gitar, adiknya Benny menjadi pemain terompet, Si Teddy menjadi pemain gendang, si Siska menjadi pemain kerincing. Dan aku sendiri sebagai penyanyi. Salah satu dari mereka mungkin hanya aku yan memiliki modal suara, selebihnya aku belum mampu. Tapi Benny berkata padaku, hal itu tak usah terlalu dipikirkan, yang terpenting adalah bagaimana agar penonton bisa terhibur. Berkat kekompakan kami, tujuan kami pun tercapai. Orang- orang pun akhirnya banyak yang tertarik dengan kami, bahkan ada yang ingin menawarkan kami untuk rekaman. Betapa bahagianya kami pada saat itu. Dari situlah aku mulai hidup mandiri dan bisa mencari uang sendiri. Hari demi hari kami jalani dan selangkah demi selangkah kami mulai dikenali oleh banyak orang . Namun kesenangan- kesenangan itu pun tak bertahan lama. Bahkan belumlah mencapai puncak, keberadaan kami pun melemah. penyebabnya itu karena aku. Semenjak aku diadopsi, semuanya berubah, aku tak bisa menolaknya karena itu demi masa depanku . Dengan itu aku akan menempuh pendidikan yang lebih tinggi hingga selesai. Tujuanku hanya untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya, dan hal yang ku inginkan adalah sukses di masa depan. Sejak aku mengundurkan diri, mereka semua bubar, entah apa salahku, entah setan apa yang membisikkan dan menggodaku hingga membuat mereka semua hancur seakan diriku penghianat. Mungkin mereka bisa mencari orang lain untuk menggantikan aku sebagai penyanyi nya. Entah mengapa pikiran ku pada saat itu masih labil hingga aku tak mempunyai cukup waktu untuk berpikr panjang. Padahal sebenarnya aku tak bermaksud menghianati mereka. Disitu aku mulai mementingkan kepentingan pribadiku daripada kepentingan bersama, padahal mereka telah merubah tingkah lakuku dan melatih kemandirianku selama aku belum diadopsi. Dan pada suatu hari untunglah aku masih sempat melafalkan kata-kata terakhir kepada Benny, aku berkata padanya bahwa aku bangga terhadapnya yang menjadikanku bisa berpikir jauh seperti ini, yang menenangiku disaat aku mulai ingat masa laluku, disaat aku kesepian, ia pun menghampiri, bahkan disaat aku salah, ia menasehati dan memberi motivasi tinggi. Disana ia sempat memberiku sesuatu, yakni sesuatu yang berharga, bahkan sangat berharga bagiku, walaupun harganya hanya seberapa, tapi itu pemberian yang sangat darinya. Aku tak menilai seberapa harganya tapi yang aku inginkan hanyalah menyimpan kenangan padanya. Sampai sekarang aku tak pernah lupa dengan kalung yang diberikannya dulu, karena itu adalah aset paling berharga, apalagi dengan orang yang memberikannya.
Namun rasa perih di hati ini menyelimutiku disetiap sisi. Di saat aku sudah menyelesaikan pendidikanku, hingga aku sudah mencapai kesuksesan,  kabar buruk tentang dirinya, beberapa minggu yang lalu sempat aku sebarkan berita pencarian anak muda mengenai sosok seorang dirinya, namun polisi pun tak kunjung menemukannya. Bahkan setelah di cari sampai ke akar-akarnya, ternyata telah ditemukan dengan berita yang duka. Ternyata sahabatku Benny telah meninggal dunia 10 tahun yang lalu karena ia menderita sakit keras . Oh Tuhan, masalah apa lagi ini, awalnya aku tak percaya, tapi setelah ditemukan buktinya aku cemas sekali dan langsung duduk, terdiam, dan membisu . Aku pun juga hampir pingsan, bahkan hatiku pun masih bertanya-tanya, apakah ini yang dinamakan hidup, selalu kehilangan orang yang sangat disayangi. Aku mulai menyerah dengan berbagai kondisi yang sudah pernah kuhadapi . Dalam hati aku berkata,”apakah sosok seseorang sepertiku tak pantas hidup bahagia?” Aku pun masih belum bisa menerima ini semua, pasti banyak sekali cobaan yang harus ku tantang lagi kedepan. Dan sekarang apa lagi?apa lagi?. Setiap harinya aku berdiam diri . Terkadang menangis kesepian, tak ada yang ingin menemani, bahkan tak ada teman lagi di dunia ini. Saat itu pikiranku sangat sempit, sampai akhirnya aku mencoba bunuh diri. Tapi hal itu mustahil aku lakukan, karena terlalu bodoh aku melakukan hal itu. Namun saat ini aku sangat sedih sekali, hidup sekarang menyendiri . Sebenarnya apa yang membuatku kehilangan segala-galanya. Apakah aku salah? Banyak pertanyaan yang ada di dalam penakku . Sampai-sampai aku lelah dan aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Hingga pada akhirnya aku menyadari semua ini . Yah, mungkin aku sebenarnya salah dimata Nya, tapi aku berusaha mewujudkan suatu kepastian yang sangat berarti bagi hidupku sekarang ini.
  Akupun terbangun dari lamunan yang tiba tiba muncul di pikiranku. Kepala ku pusing akan ingat kejadian pada masa itu . Padahal aku sudah lama sekali tak ingin mengingatnya sejak dulu. Yah begitulah tentang kehidupanku, merasa terharu bila mendengarnya, tapi tak apa-apa, meskipun aku tak punya siapa-siapa, tapi aku merasa bahagia hidup seperti ini, hidup dalam cobaan yang membuatku menderita karena aku merasa aku pantas ditakdirkan seperti ini, takdir sebagai penderitaan yang tak ada habisnya. Meskipun aku sudah mencari jalan, tapi jalan tersebut selalu membawaku ke jembatan penyesalan. dan aku sadar bahwa ini semua sudah kehendak dari Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar