“Derita, Tantangan hidupku!”
(oleh:
Yutry Rahmi X.SP)
Pagi yang biru , terdengar suara dedaunan pohon yang
jatuh ke genting. Hembusan angin yang menembus selimutku, kicauan burung yang
merdu sampai ke telingaku, dan udara segar turut membangunkanku. Kini ku
terbangun dari lelap tidur nyenyakku, dan ketika aku membuka jendela kaca, sang surya pun langsung menyinari ruangan ini
. Sungguh anggunnya suasana pagi yang merubah segalanya menjadi lebih indah, ku
berharap hari ini aku menemukan sesuatu yang baru dalam hidupku. Hidup yang
baru dan tak terikat dengan masa lalu .
Aku pun beranjak dari kamar yang penuh boneka itu,
dan memulai semuanya dari awal bahkan dari sebuah lamunan yang tiba-tiba
menemuiku. Aku berdiri di depan kaca yang berhias lampu- lampu cerah, dan melihat
tetesan air mata di wajah, Tiba-tiba kejadian masa lalu muncul di pikiranku, aku
teringat kejadian yang sangat dulu, yah, tentang ibuku. Aku teringat wajahnya,
teringat semua hal tentangnya, dalam hatiku berkata, aku sayang ibu, aku rindu
pelukan mu, sejak kau meninggalkan ku, hatiku merasa pilu. Air mata ini tak
bisa menipu, karena hanya dirimu yang bisa menenangkan hatiku. Dan tak lama
setelah itu, Jiwaku makin tersiksa. Ayah pun pergi entah kemana, kini aku hidup
sebatang kara. Entah apa yang ku pikirkan saat itu. Pikiranku semuanya kacau.
Tak terduga aku bisa mendapatkan takdir seperti ini. Dulu aku adalah sosok
seorang anak yang sangat manja, pemalas, menyusahkan orang tua, tapi sekarang
aku telah berubah, sekarang aku sudah tumbuh dewasa, kerja keras dan semangatku
tumbuh setelah aku mendapatkan inspirasi dari seseorang. Yah, seseorang yang
sangat spesial dalam hidupku, anak
lelaki yang terlihat biasa-biasa saja, tapi menurutku sangat istimewa. Benny
namanya. Ia punya adik yang lucu. Semasa kecil aku hanya bergantung kepada
orang tua. Tapi sekarang tidak . Kejadian yang aneh, tapi nyata membuat
segalanya berubah. Semenjak aku bertemu dengannya , aku merasa tenang bila
didekatnya. Tapi buruknya, sekarang aku kehilangan jejaknya. Entah mengapa dulu
aku bodoh lebih mementingkan urusanku dibandingkan menghabiskan waktuku bersamanya.
Kini aku menyesali semuanya, dan aku tak tahu mengapa penyesalan itu selalu
datang di akhir.
Dulu, saat aku masih masa-masa SMP, aku mulai bekerja
mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari dengan menjadi pengamen jalanan. Tapi
aku tidak sendirian aku ditemani oleh sahabat-sahabatku. Mereka sangat berharga
bagiku, mereka membuatku menjadi anak yang berani, mandiri, bahkan mereka yang
memberi semangat dan motivasi yang tinggi kepadaku, Benny salah satunya. Sejak
dari itu aku mengenali sosok seorang Benny. Setiap harinya kami biasa menghibur
orang- orang banyak di jalanan. Tak sepi orang-orang menonton pertunjukan kami
. Hampir di setiap sudut kota kami jelajahi. Setiap kami mengamen orang- orang
semua terlihat senang dan terhibur . Kami sudah yakin kami berhasil menjadi
seorang pengamen jalanan yang sukses . Penyebab hal itu adalah kekompakan yang
ada pada tim kami, dan tidak ada pada tim yang lain . Di profil pengamen si
Benny menjadi pemain gitar, adiknya Benny menjadi pemain terompet, Si Teddy
menjadi pemain gendang, si Siska menjadi pemain kerincing. Dan aku sendiri
sebagai penyanyi. Salah satu dari mereka mungkin hanya aku yan memiliki modal
suara, selebihnya aku belum mampu. Tapi Benny berkata padaku, hal itu tak usah
terlalu dipikirkan, yang terpenting adalah bagaimana agar penonton bisa
terhibur. Berkat kekompakan kami, tujuan kami pun tercapai. Orang- orang pun
akhirnya banyak yang tertarik dengan kami, bahkan ada yang ingin menawarkan
kami untuk rekaman. Betapa bahagianya kami pada saat itu. Dari situlah aku
mulai hidup mandiri dan bisa mencari uang sendiri. Hari demi hari kami jalani dan
selangkah demi selangkah kami mulai dikenali oleh banyak orang . Namun
kesenangan- kesenangan itu pun tak bertahan lama. Bahkan belumlah mencapai
puncak, keberadaan kami pun melemah. penyebabnya itu karena aku. Semenjak aku
diadopsi, semuanya berubah, aku tak bisa menolaknya karena itu demi masa
depanku . Dengan itu aku akan menempuh pendidikan yang lebih tinggi hingga
selesai. Tujuanku hanya untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya, dan hal yang ku
inginkan adalah sukses di masa depan. Sejak aku mengundurkan diri, mereka semua
bubar, entah apa salahku, entah setan apa yang membisikkan dan menggodaku
hingga membuat mereka semua hancur seakan diriku penghianat. Mungkin mereka
bisa mencari orang lain untuk menggantikan aku sebagai penyanyi nya. Entah
mengapa pikiran ku pada saat itu masih labil hingga aku tak mempunyai cukup
waktu untuk berpikr panjang. Padahal sebenarnya aku tak bermaksud menghianati
mereka. Disitu aku mulai mementingkan kepentingan pribadiku daripada
kepentingan bersama, padahal mereka telah merubah tingkah lakuku dan melatih
kemandirianku selama aku belum diadopsi. Dan pada suatu hari untunglah aku masih
sempat melafalkan kata-kata terakhir kepada Benny, aku berkata padanya bahwa
aku bangga terhadapnya yang menjadikanku bisa berpikir jauh seperti ini, yang
menenangiku disaat aku mulai ingat masa laluku, disaat aku kesepian, ia pun menghampiri,
bahkan disaat aku salah, ia menasehati dan memberi motivasi tinggi. Disana ia
sempat memberiku sesuatu, yakni sesuatu yang berharga, bahkan sangat berharga
bagiku, walaupun harganya hanya seberapa, tapi itu pemberian yang sangat
darinya. Aku tak menilai seberapa harganya tapi yang aku inginkan hanyalah menyimpan
kenangan padanya. Sampai sekarang aku tak pernah lupa dengan kalung yang diberikannya
dulu, karena itu adalah aset paling berharga, apalagi dengan orang yang memberikannya.
Namun rasa perih di hati ini menyelimutiku disetiap
sisi. Di saat aku sudah menyelesaikan pendidikanku, hingga aku sudah mencapai
kesuksesan, kabar buruk tentang dirinya,
beberapa minggu yang lalu sempat aku sebarkan berita pencarian anak muda
mengenai sosok seorang dirinya, namun polisi pun tak kunjung menemukannya.
Bahkan setelah di cari sampai ke akar-akarnya, ternyata telah ditemukan dengan
berita yang duka. Ternyata sahabatku Benny telah meninggal dunia 10 tahun yang
lalu karena ia menderita sakit keras . Oh Tuhan, masalah apa lagi ini, awalnya
aku tak percaya, tapi setelah ditemukan buktinya aku cemas sekali dan langsung duduk,
terdiam, dan membisu . Aku pun juga hampir pingsan, bahkan hatiku pun masih
bertanya-tanya, apakah ini yang dinamakan hidup, selalu kehilangan orang yang
sangat disayangi. Aku mulai menyerah dengan berbagai kondisi yang sudah pernah
kuhadapi . Dalam hati aku berkata,”apakah sosok seseorang sepertiku tak pantas
hidup bahagia?” Aku pun masih belum bisa menerima ini semua, pasti banyak
sekali cobaan yang harus ku tantang lagi kedepan. Dan sekarang apa lagi?apa
lagi?. Setiap harinya aku berdiam diri . Terkadang menangis kesepian, tak ada yang
ingin menemani, bahkan tak ada teman lagi di dunia ini. Saat itu pikiranku
sangat sempit, sampai akhirnya aku mencoba bunuh diri. Tapi hal itu mustahil
aku lakukan, karena terlalu bodoh aku melakukan hal itu. Namun saat ini aku
sangat sedih sekali, hidup sekarang menyendiri . Sebenarnya apa yang membuatku
kehilangan segala-galanya. Apakah aku salah? Banyak pertanyaan yang ada di
dalam penakku . Sampai-sampai aku lelah dan aku tak bisa berkata apa-apa lagi.
Hingga pada akhirnya aku menyadari semua ini . Yah, mungkin aku sebenarnya
salah dimata Nya, tapi aku berusaha mewujudkan suatu kepastian yang sangat
berarti bagi hidupku sekarang ini.
Akupun terbangun dari lamunan yang tiba tiba
muncul di pikiranku. Kepala ku pusing akan ingat kejadian pada masa itu .
Padahal aku sudah lama sekali tak ingin mengingatnya sejak dulu. Yah begitulah
tentang kehidupanku, merasa terharu bila mendengarnya, tapi tak apa-apa, meskipun
aku tak punya siapa-siapa, tapi aku merasa bahagia hidup seperti ini, hidup
dalam cobaan yang membuatku menderita karena aku merasa aku pantas ditakdirkan
seperti ini, takdir sebagai penderitaan yang tak ada habisnya. Meskipun aku
sudah mencari jalan, tapi jalan tersebut selalu membawaku ke jembatan
penyesalan. dan aku sadar bahwa ini semua sudah kehendak dari Tuhan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar