Kamis, 04 Juli 2013
Puisi
Amarah yang tak berarti
by: Yutry Rahmi
Hujan berdenting ke arah kaca
Dinginnya kaku menusuk tulangku
Jari jemari kini bergetar
Sinar kilap pun mulai memancar
Bahkan petir kini pun menyambar
Aku yang tepi disini
Dengan alunan sembah yang bersemi
Daku hiraukan saat suasana genting
Membentak suara yang terucap
Mendesak tubuh yang terlelap
Tak kala duka hatinya terluka
Mendengar lantunan kata yang tak berarti
Dan kini baru kusesali
Kuakui Tuhan menciptakan diri ini
Bukan untuk diadu nyali
Sekilas petir mengejutkanku
Ku takut sumpah oleh mu
Ku takut ucapan bibirmu membuatku pilu
Kan ku raih tangan darimu
Dan ku harap kau mengerti aku
Terimakasih atas nasehat yang kau beri
Dengan tekat kuat darimu
Kau berikan semua itu padaku
kan ku penggal semua kata-katamu
Demi melampiaskan kekesalanku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar