welcome to my visitors :D salam kenal yah :)

hey visitors!

welCome to my bloG""
don't forget,,join this site okayy!
thank you!

Kamis, 04 Juli 2013

Puisi

Tangis yang tersembunyi
by: Yutry Rahmi

Sering kali memendam hati
Saat matahari meyilaukan hari ini
Tak terjangkau, kilaupun berseri
kemana hilangnya, takkan ku temui

Dalam hati penuh jiwa rasa
Terbakar panas menyelimuti raga
Pelangi pergi, hujan pun tak kembali
Seperti luka yang terus menghampiri
Dan juga duka yang menyelimuti

Tak tahu bagaimana melampiaskannya
Tak tahu bagaimana mengobatinya
Jiwa yang penuh derita
Tak ada yang tahu tentang ini
Dan tak ada yang tahu
Dibalik semua ini ada tangisan tersembunyi

Kobaran api menyelimuti diri
Insan yang mana masih tak mengerti
Hangatnya jiwa ini terus bergemirih
Lantunan terik matahari pagi
Penuhi saja janjinya nanti

Kelak hati menyimpan beban
Dan juga tersisa amarah dendam
Karna luka pasti meninggalkan noda di hati
Bahkan sekalipun takkan pernah terobati
Meskipun kau telah merayu-rayu
Namun amarah ini tak bisa ditipu



Puisi

Galau
By: Yutry Rahmi


Lain hal dengan sepi yang menyelimuti
Kabar hati tak lagi berhenti bersembunyi
Percikan air, pekikan suara, getaran  guruh
Bahkan tak lagi tertangkap indera
Semua bagaikan tak berarti di depan mata

Lagit dan bumi pun bahkan tak dapat dibedakan
Dua pelangi pun bahkan tak dapat disatukan
Kini semuanya takkan ada yang mengerti
Apa yang dirasakan oleh hati saat ini

Puisi



Amarah yang tak berarti
by: Yutry Rahmi

Hujan berdenting ke arah kaca
Dinginnya kaku menusuk tulangku
Jari jemari kini bergetar
Sinar kilap pun mulai memancar
Bahkan petir kini pun menyambar

Aku yang tepi disini
Dengan alunan sembah yang bersemi
Daku hiraukan saat suasana genting
Membentak suara yang terucap
Mendesak tubuh yang terlelap

Tak kala duka hatinya terluka
Mendengar lantunan kata yang tak berarti
Dan kini baru kusesali
Kuakui Tuhan menciptakan diri ini
Bukan untuk diadu nyali

Sekilas petir mengejutkanku
Ku takut sumpah oleh mu
Ku takut ucapan bibirmu membuatku pilu
Kan ku raih tangan darimu
Dan ku harap kau mengerti aku

Terimakasih atas nasehat yang kau beri
Dengan tekat kuat darimu
Kau berikan semua itu padaku
kan ku penggal semua kata-katamu
Demi melampiaskan kekesalanku

4-15-13

~tunggu kehadiran novel buatan ane yah... =D

hmm,,kira-kira ini cukup memakan waktu yang  lama (BANGET )... cup-cup sabar yahh.. :)
tapi insya Allah lah,, ane bakal ngasiin bacaan yang suuperr menarik buat reader.. okay! selamat menunggu...!

eh ntar dlu nih,, ane kasih bocoran dkitt,, judul novel nya ..
jenggjenggjengggg!!!

""""""""ddduaaaarrrrrrrrrrrrr!"""""""""

apasiiiih lebay bangett deh, kayak lagi mau buka kado aja...
oh iya ya tgl 15 juli ini, ane ULTAH lho,, ada yang mau ngasih kado nggakkk?
hehhe becanda,,kalaupun mau dianggap serius,juga nggak apa-apa sih..! wkwk :p

husst!!! nggak jadi-jadi nih ngasih tau judul novel ane nih,,,waya-waya banget sih..!!
hahah woookeh lah judulnya sih nggak terlalu unik,, tapi ini sedikit mengisahkan kehidupan ane sih,, tapi yang pastinya kebanyakan ama  khayalan dan imajinasi belaka nya doankkk!!
judulnya : "PLANET MIMPI"

oke gun selamat menungguu... =) byeeeee,,,, ane mau ngepost puisi dulu aja kali eah...!

Senin, 15 April 2013

Naskah drama bahasa indonesia 3 orang


“Oh Ternyata”




1. Fadhil Setiono as Budi
2. Nisrin Nazhifa as Ani
3. Yutry Rahmi as Catherine

Di sekolah Ani dan Catherine sedang mengerjakan PR B. Indonesia mengenai hal yang paling berkesan bersama orang tua.
Catherine :”Hal yang paling berkesan bersama orang tua, hm hm apa ya? Rasanya banyak banget yang berkesan selama ini. Kamu gimana, Ani?”
Ani         :”Ha? Hh entahlah.”
Catherine :”hm? Ah pena ku macet nih! Ah aku ga mau belajar ah,  mau main aja.”
Ani         :”Aha gimana kalo main ToD-an?”
Catherine :”Boleh juga.” [Budi lewat]
Budi      :”Aku ikut deh. Toh temen-temen yang lain pada sibuk sendiri di kelas ini.”
 (Budi yang kena)
Budi      :”Yah aku.. Aku pilih Dare aja deh, kan berani !”
Catherine :”Gimana kalo traktir kita makan di kantin?”
Budi      :”Yah, lagi bokek ni sumpah.”
Ani         :”Hh eh besokkan libur panjang gimana kalo kita bepetualang? Eh tapi ke mana, ya?”
Catherine :”Gimana kalo ke rumah mu yang berada dekat hutan itu loh, selama inikan Ani tinggal di kontrakan, jadi sekalian mudik gitu.”
Ani         :”Oh iya, Ide yang bagus! Naik mobilnya Budi kan!”
Budi      :”Ha? Tunggu dulu, ke hutan? [Ani & Catherine mengangguk] aku yang nyetir? [Ani & Catherine mengangguk] Semalaman? [Ani & Catherine mengangguk] aku ga ikut ya?”
Catherine :”Yah Budi.. penakut banget sih!?”
Ani         :”Yasudah dari tadi darenya ga jadi terus mending ga usah main ah. Yuk, Cat!”
Budi      :”Eh kalian nantang aku gitu. Oke besok jam berapa, kumpul di mana?”
Besoknya, Budi, Ani, dan Catherine pergi ke rumah Ani melewati hutan. Tiba-tiba mobil Budi pecah ban.
Budi      :”Hey Ani, kamu tau bener jalannya kan?
Ani         :”Ya iyalah! Eh, belok kiri Bud! Belok kanan! Nah iya kiri lagi! Oke lurus terus kali ini!”
[Mobil Budi pecah ban (efek suaranya cup aqua di injek) Budi ngeliat kebelakang]
Budi, Ani, & Catherine :”Astagfirullah!”
Catherine :”Suara apa tadi?”
Budi      :”Kacau, kaya’nya pecah ban deh!”
[Berenti, turun dari mobil]
Catherine :”Terpaksa kayanya kita jalan deh!”
                Lantas, Budi, Ani, dan Catherine berjalan ke rumah Ani sampai malam. Di tengah jalan Ani terkejut bahwa Catherine menghilang  tiba-tiba.
Budi      :”Duh, serem banget sih hutan ini.”
Ani         :”Udah, yang penting kita harus cepet sampe ke rumah bersama-sama. Ya kan Cat? Cat? Catherine? [Ani melihat ke belakang] Budi! Catherine ke mana?”
Budi      :”Astaga ayo cepat kita cari dia!”
Ani         :”Iya! Cat! Catherine! Catherine!”
Budi      :”Oi! Cat! Catherine! Catherine!”
Ani         :”Budi!  Itu Catherine kan?”
Budi      :”Iya! [Ani&Budi melihat Catherine sedang memegang pisau berlumuran darah, Budi merinding] Itu kan...”
Ani         :”Budi, ngapain dia megang pisau? Aneh deh.”
[Catherine menoleh ke belakang menyadari kalau Ani&Budi melihat dia memegang pisau, lalu membuang pisau itu dengan cemasnya]
Catherine :”Hey, Ani! Budi! Fuh  aku kira aku tersesat.”
Budi      :”Cat tadi..” [Ani memotong pembicaraan]
Ani         :”Ah, itu, kamu gimana sih bisa tersesat haduh! Yasudah ayo cepat kita pergi ke rumah ku dan jangan sampai mencar lagi oke!” [Catherine mengangguk, Budi heran]
Ani         :”Hey aku ngerasa aneh lebih baik jangan tanya dia soal yang tadi itu.”
Budi      :”hm betul juga.”
                Akhirnya, mereka sampai di rumah Ani. Dan ternyata rumahnya sangatlah sepi.
Budi      :”Kok sepi banget?”
Ani         :”Oh, orang tuaku lagi kerja ke luar kota tuh.”
Catherine :”Oh.” [sinis]
Ani         :”Nah, Budi tidur di kamar sana. Aku dan Catherine tidur di sana. Kalau kamar mandi di sebelah sana.”
Catherine :”Hh capek, ayo tidur.”
Budi      :”Oi aku tidur sendirian?”
Ani         :”Ha? Oh takut ya, kalo mau tidur di sofa aja sana, tapi aku rasa ruangan ini lebih angker di banding kamar itu loh.”
Budi      :”Ha?”
                Keesokkan harinya di pagi hari, Budi, Ani, dan Catherine kelaparan. Catherine berinisiatif untuk masak.
Ani         :”Lapeeeerr.”
Budi      :”Iya nih.”
Catherine :”Yaudah, aku masak ya?”
Budi      :”Boleh juga tuh!”
[Di meja makan Budi ngebahas PR B.Indonesia kemarin]
Budi      :”Huh, terpaksa ngebawa buku PR ini.”
Ani         :” Katanya minimal 5 lembar. Sekalian buat karya ilmiah aja.”
Budi      :”[mengangguk] heh mulai dari apa ya, oh iya dulu saat aku kecil aku dan orang tuaku pergi ke mall dan aku mengajaknya pergi ke rumah ayam, orang tua ku heran saat aku tunjuk tempatnya, rupanya KFC.” [bahagia]
Ani         :”hm”[senyum terpaksa]
Catherine :”Ini dia [membawa piring] Ah aku ambil lagi di belakang.”
Ani         :”Wah!” [langsung makan, Budi ingin mengambil sesuap juga tapi dia melihat ekspresi Ani yang aneh] Huek [Ani menggeleng ke Budi] Catherine, kamu masukin racun ya!”
Catherine :”Ha? Oh iya ya?” [sinis]
Ani         :”heh? Budi, ngerasa aneh gak?”
Budi      :”Hm” [mengangguk]
Malam harinya, di kamar Ani&Catherine berbincang soal PR B.Indonesia. Lalu, Catherine ingin buang air kecil. Di tengah jalan dia terpeleset.
Catherine :”Hh PR ini bener-bener deh. Aku bingung masa kecil ku itu kurasa banyak banget hal berkesannya sama orang tua.”
Ani         :”Terus ngapain bingung kalo gitu?”
Catherine :”Yah, gak tau harus mulai dari mana. Oh iya, aku sama orang tuaku..oh aku sama orang tuaku tamasya. Terus aku bersama orang tua ku hendak melihat-lihat keramaian yang ada. Ibuku panggilkan becak, kereta tak berkuda. Ayahku hobi membelikanku es krim. Hm, orang tuaku memang baik sekali, kan Ani?”
Ani         :”Ha? Oh eya begitula.”
Catherine :”Duh, mau pipis. Aku ke toilet dulu ya?” [Ani mengangguk]
[Di jalan tak jauh dari percakapan, Catherine terpeleset karena kulit pisang.]
Catherine:”Aduuh… [perlahan Ani menghampiri dengan memegang pisau di belakangnya] Ani tolong.. [Ani menolong Catherine berdiri]
Ani         :”Cukup sampai hari ini, Catherine.”
[tatapan kosong, langsung menusuk perut Catherine]
Catherine :”Aaaaaah! [Tertusuk] Aght itu kan pisau yang kutemukan di hutan!? ap-pa yang...” *Death End*
[Ani terengah-engah, lalu Budi menyahut]
Budi      :”Ani! Catherine! Hello!”
[Ani cemas, dia menatap mayat Catherine lalu menutupinya dengan bantal yang besar, Ani mengelap tangan dan wajahnya dengan sapu tangan. Terus berlari mencari Budi]
Ani         :”Budi! Ada apa?”
Budi      :”Aku kelaparan, apakah ada makanan, maksudku yang bisa dimakan?”
Ani         :”Oh, dilemari dapur kalau tidak salah ada roti.”
Budi      :”Oke. Oh ya di mana Catherine? Tadi perasaan aku mendengar jeritannya.”
Ani       :”Ha? Jeritan? Gak ada lah, Catherine lagi tidur kok. Kurasa kamu salah denger deh, mungkin pekikan burung tadi itu, Bud.”
Budi      :”Hah? Tidur ya? Oh yaya salah denger berarti.”
[Budi pergi, Ani menatapnya pergi lalu melihat kebelakang, Ani tersenyum]
Ani         :”Hm, Catherine selamat tidur... untuk selamanya.”
                Di malam itulah, Ani mengubur mayat Catherine. Budi berinisiatif untuk mencari angin sebentar sambil memakan roti rasa vanillanya.
Budi      :”Hh, belum ngantuk nih. Cari angin ah! [di tengah jalan dia melihat Ani seperti habis menguburkan sesuatu, Budi heran] Apa yang sedang Ani lakukan? [Ani menatap Budi, tatapannya aneh. Budi cemas, dan berlari]
                Budi berlari sampai ke dalam rumah, dia heran. Budi memikirkan di mana Catherine dan apa yang dilakukan Ani. Budi menemukan buku PR nya Ani dalam keadaan remuk.
Budi      :”Apa yang sebenarnya terjadi!? Di mana Catherine? Apa yang dilakukan Ani? Tatapannya tadi aneh sekali!
[Budi cemas, melihat - lihat sekelilingnya / waspada. Budi melihat buku remuk, dilihatnya cover buku itu]
Ini kan buku PRnya Ani, mengapa bisa remuk seperti ini? [dibukanya] “Hal yang paling berkesan bersama orang tua : saat aku mengubur Ayah dan Ibu(?)”
[Budi merinding, dia merasakan ada aura aneh di belakangnya. Ani mencoba memukul Budi dengan tongkat. Tapi, Budi reflek menghindar, lalu berlari menjauhi Ani]
Ani         :”Budi...”
Budi      :”Apa yang terjadi!? Di-di mana Catherine!?”
Ani         :”Aku membunuhnya, dan selanjutnya giliranmu ya Bud?”
Budi      :”Ta-tapi mengapa!?”
Ani         :”Kau dan juga Catherine selalu membahas kehidupanmu yang bahagia bersama orang tua kalian!”
Budi      :”Ha? Apa maksudmu?”
Ani         :”Kau pasti telah membacanya kan. Dulu, setiap hari ayahku pulang sampai larut malam dan ibu, ibu selalu melampiaskan amarahnya kepada ku! Aku terus menunggu apakah ada hari di mana kami bisa bersama, bahagia. Sampai suatu hari tanpa terasa aku telah membunuh mereka! Dan kau tahu hal yang paling berkesan? Bukanlah saat aku membunuhnya, tapi saat menguburnya, saat itulah kami bisa berkumpul bersamaa!”
[Ani berlari kearah Budi, siap untuk memukulya]
Budi      :”Kau gila!”[Budi menghindar lagi, mengambil tongkatnya Ani. Lalu langsung memukulnya, Ani terjatuh] Oh tidak, apa dia mati!?”
[Budi terduduk bersalah, melihat tangannya dan menutup wajahnya, menangis. Terdiam. Selagi Budi menutup wajahnya, Ani membuka matanya, mengambil pisau kecil di sakunya dan langsung menusuk Budi]
Budi       :”Aght!” [terjatuh] *Death End*
                Di kuburan.
Ani        :”Ayah...Ibu...Catherine...Budi...maafkan aku..”
Akhirnya, kehidupan Ani bertambah tidak tenang.                                          *The End*

Walau drama kami bercerita tentang pembunuhan tapi kami mempunyai amanat yaitu
Amanat            :Jangan mudah iri dan bersabarlah.

Sabtu, 02 Februari 2013

cerpen (cerita pendek)

“Derita, Tantangan hidupku!”
(oleh: Yutry Rahmi X.SP)
Pagi yang biru , terdengar suara dedaunan pohon yang jatuh ke genting. Hembusan angin yang menembus selimutku, kicauan burung yang merdu sampai ke telingaku, dan udara segar turut membangunkanku. Kini ku terbangun dari lelap tidur nyenyakku, dan ketika aku membuka jendela kaca,  sang surya pun langsung menyinari ruangan ini . Sungguh anggunnya suasana pagi yang merubah segalanya menjadi lebih indah, ku berharap hari ini aku menemukan sesuatu yang baru dalam hidupku. Hidup yang baru dan tak terikat dengan masa lalu . 
Aku pun beranjak dari kamar yang penuh boneka itu, dan memulai semuanya dari awal bahkan dari sebuah lamunan yang tiba-tiba menemuiku. Aku berdiri di depan kaca yang berhias lampu- lampu cerah, dan melihat tetesan air mata di wajah, Tiba-tiba kejadian masa lalu muncul di pikiranku, aku teringat kejadian yang sangat dulu, yah, tentang ibuku. Aku teringat wajahnya, teringat semua hal tentangnya, dalam hatiku berkata, aku sayang ibu, aku rindu pelukan mu, sejak kau meninggalkan ku, hatiku merasa pilu. Air mata ini tak bisa menipu, karena hanya dirimu yang bisa menenangkan hatiku. Dan tak lama setelah itu, Jiwaku makin tersiksa. Ayah pun pergi entah kemana, kini aku hidup sebatang kara. Entah apa yang ku pikirkan saat itu. Pikiranku semuanya kacau. Tak terduga aku bisa mendapatkan takdir seperti ini. Dulu aku adalah sosok seorang anak yang sangat manja, pemalas, menyusahkan orang tua, tapi sekarang aku telah berubah, sekarang aku sudah tumbuh dewasa, kerja keras dan semangatku tumbuh setelah aku mendapatkan inspirasi dari seseorang. Yah, seseorang yang sangat spesial dalam hidupku, anak  lelaki yang terlihat biasa-biasa saja, tapi menurutku sangat istimewa. Benny namanya. Ia punya adik yang lucu. Semasa kecil aku hanya bergantung kepada orang tua. Tapi sekarang tidak . Kejadian yang aneh, tapi nyata membuat segalanya berubah. Semenjak aku bertemu dengannya , aku merasa tenang bila didekatnya. Tapi buruknya, sekarang aku kehilangan jejaknya. Entah mengapa dulu aku bodoh lebih mementingkan urusanku dibandingkan menghabiskan waktuku bersamanya. Kini aku menyesali semuanya, dan aku tak tahu mengapa penyesalan itu selalu datang di akhir.
Dulu, saat aku masih masa-masa SMP, aku mulai bekerja mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari dengan menjadi pengamen jalanan. Tapi aku tidak sendirian aku ditemani oleh sahabat-sahabatku. Mereka sangat berharga bagiku, mereka membuatku menjadi anak yang berani, mandiri, bahkan mereka yang memberi semangat dan motivasi yang tinggi kepadaku, Benny salah satunya. Sejak dari itu aku mengenali sosok seorang Benny. Setiap harinya kami biasa menghibur orang- orang banyak di jalanan. Tak sepi orang-orang menonton pertunjukan kami . Hampir di setiap sudut kota kami jelajahi. Setiap kami mengamen orang- orang semua terlihat senang dan terhibur . Kami sudah yakin kami berhasil menjadi seorang pengamen jalanan yang sukses . Penyebab hal itu adalah kekompakan yang ada pada tim kami, dan tidak ada pada tim yang lain . Di profil pengamen si Benny menjadi pemain gitar, adiknya Benny menjadi pemain terompet, Si Teddy menjadi pemain gendang, si Siska menjadi pemain kerincing. Dan aku sendiri sebagai penyanyi. Salah satu dari mereka mungkin hanya aku yan memiliki modal suara, selebihnya aku belum mampu. Tapi Benny berkata padaku, hal itu tak usah terlalu dipikirkan, yang terpenting adalah bagaimana agar penonton bisa terhibur. Berkat kekompakan kami, tujuan kami pun tercapai. Orang- orang pun akhirnya banyak yang tertarik dengan kami, bahkan ada yang ingin menawarkan kami untuk rekaman. Betapa bahagianya kami pada saat itu. Dari situlah aku mulai hidup mandiri dan bisa mencari uang sendiri. Hari demi hari kami jalani dan selangkah demi selangkah kami mulai dikenali oleh banyak orang . Namun kesenangan- kesenangan itu pun tak bertahan lama. Bahkan belumlah mencapai puncak, keberadaan kami pun melemah. penyebabnya itu karena aku. Semenjak aku diadopsi, semuanya berubah, aku tak bisa menolaknya karena itu demi masa depanku . Dengan itu aku akan menempuh pendidikan yang lebih tinggi hingga selesai. Tujuanku hanya untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya, dan hal yang ku inginkan adalah sukses di masa depan. Sejak aku mengundurkan diri, mereka semua bubar, entah apa salahku, entah setan apa yang membisikkan dan menggodaku hingga membuat mereka semua hancur seakan diriku penghianat. Mungkin mereka bisa mencari orang lain untuk menggantikan aku sebagai penyanyi nya. Entah mengapa pikiran ku pada saat itu masih labil hingga aku tak mempunyai cukup waktu untuk berpikr panjang. Padahal sebenarnya aku tak bermaksud menghianati mereka. Disitu aku mulai mementingkan kepentingan pribadiku daripada kepentingan bersama, padahal mereka telah merubah tingkah lakuku dan melatih kemandirianku selama aku belum diadopsi. Dan pada suatu hari untunglah aku masih sempat melafalkan kata-kata terakhir kepada Benny, aku berkata padanya bahwa aku bangga terhadapnya yang menjadikanku bisa berpikir jauh seperti ini, yang menenangiku disaat aku mulai ingat masa laluku, disaat aku kesepian, ia pun menghampiri, bahkan disaat aku salah, ia menasehati dan memberi motivasi tinggi. Disana ia sempat memberiku sesuatu, yakni sesuatu yang berharga, bahkan sangat berharga bagiku, walaupun harganya hanya seberapa, tapi itu pemberian yang sangat darinya. Aku tak menilai seberapa harganya tapi yang aku inginkan hanyalah menyimpan kenangan padanya. Sampai sekarang aku tak pernah lupa dengan kalung yang diberikannya dulu, karena itu adalah aset paling berharga, apalagi dengan orang yang memberikannya.
Namun rasa perih di hati ini menyelimutiku disetiap sisi. Di saat aku sudah menyelesaikan pendidikanku, hingga aku sudah mencapai kesuksesan,  kabar buruk tentang dirinya, beberapa minggu yang lalu sempat aku sebarkan berita pencarian anak muda mengenai sosok seorang dirinya, namun polisi pun tak kunjung menemukannya. Bahkan setelah di cari sampai ke akar-akarnya, ternyata telah ditemukan dengan berita yang duka. Ternyata sahabatku Benny telah meninggal dunia 10 tahun yang lalu karena ia menderita sakit keras . Oh Tuhan, masalah apa lagi ini, awalnya aku tak percaya, tapi setelah ditemukan buktinya aku cemas sekali dan langsung duduk, terdiam, dan membisu . Aku pun juga hampir pingsan, bahkan hatiku pun masih bertanya-tanya, apakah ini yang dinamakan hidup, selalu kehilangan orang yang sangat disayangi. Aku mulai menyerah dengan berbagai kondisi yang sudah pernah kuhadapi . Dalam hati aku berkata,”apakah sosok seseorang sepertiku tak pantas hidup bahagia?” Aku pun masih belum bisa menerima ini semua, pasti banyak sekali cobaan yang harus ku tantang lagi kedepan. Dan sekarang apa lagi?apa lagi?. Setiap harinya aku berdiam diri . Terkadang menangis kesepian, tak ada yang ingin menemani, bahkan tak ada teman lagi di dunia ini. Saat itu pikiranku sangat sempit, sampai akhirnya aku mencoba bunuh diri. Tapi hal itu mustahil aku lakukan, karena terlalu bodoh aku melakukan hal itu. Namun saat ini aku sangat sedih sekali, hidup sekarang menyendiri . Sebenarnya apa yang membuatku kehilangan segala-galanya. Apakah aku salah? Banyak pertanyaan yang ada di dalam penakku . Sampai-sampai aku lelah dan aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Hingga pada akhirnya aku menyadari semua ini . Yah, mungkin aku sebenarnya salah dimata Nya, tapi aku berusaha mewujudkan suatu kepastian yang sangat berarti bagi hidupku sekarang ini.
  Akupun terbangun dari lamunan yang tiba tiba muncul di pikiranku. Kepala ku pusing akan ingat kejadian pada masa itu . Padahal aku sudah lama sekali tak ingin mengingatnya sejak dulu. Yah begitulah tentang kehidupanku, merasa terharu bila mendengarnya, tapi tak apa-apa, meskipun aku tak punya siapa-siapa, tapi aku merasa bahagia hidup seperti ini, hidup dalam cobaan yang membuatku menderita karena aku merasa aku pantas ditakdirkan seperti ini, takdir sebagai penderitaan yang tak ada habisnya. Meskipun aku sudah mencari jalan, tapi jalan tersebut selalu membawaku ke jembatan penyesalan. dan aku sadar bahwa ini semua sudah kehendak dari Tuhan.

Rabu, 09 Januari 2013

♣ KEUNIKAN MATEMATIKA♣



(baca sampe akhir, ada yg lebih dari unik)

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Hebatkan?

Coba lihat simetri ini :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 =
123456787654321
111111111 x 111111111 =
123456789876543 21

Kurang hebat ?

Sekarang lihat ini :
Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?

Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana
seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.

Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi jawabannya.
Jika ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 1 + 19 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras
sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 =
101%

atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 +
1 + 8 = 101%

(Artinya Cinta dan Kasih Sayang ALLAH Melampaui Segalanya...)

*benar menurut kalian, kasih "like" :D